Kaos Polos Murah Versus Kualitas
24 Februari 2015Kaos Polos Murah Versus Kualitas
Kaos polos adalah produk yang lebih bersifat komoditas dibandingkan dengan saudaranya, kaos bergambar alias printed t-shirts. Karena mudah terkomoditisasi, harga selalu jadi faktor penting dalam pengambilan keputusan pembelian kaos polos. Beragam cara pun dilakukan oleh produsen kaos polos untuk menawarkan kaos polos dengan harga serendah-rendahnya. Dari cara yang lazim sampai yang tidak lazim. Dari cara yang beretika sampai yang tidak fair.
Kalau dilihat dari komponen penyusunnya, biaya pokok perolehan dari sepotong kaos polos selalu terdiri dari dua komponen utama, yaitu komponen bahan baku dan komponen upah manufaktur. Jadi cara untuk memproduksi kaos polos dengan harga serendah-rendahnya adalah menekan dua komponen biaya tadi: bahan baku dan upah manufaktur. Komponen bahan baku tak lain adalah kain, benang, label tag, dan kemasan. Adapun komponen upah manufaktur adalah setiap upah yang dikeluarkan dalam setiap tahapan proses produksi.
Cara memangkas biaya bahan baku biasanya ada dua cara. Pertama, membeli bahan baku dalam jumlah amat besar. Sehingga didapatkan harga beli yang lebih murah. Tapi biasanya cara pertama ini tidak begitu banyak memberikan penurunan harga pokok. Cara yang kedua adalah menggunakan bahan baku alternatif. Bahan baku alternatif dapat berupa bahan baku dengan jenis yang berbeda tapi tampak sama, atau bahan baku dari jenis yang sama, namun kualitasnya lebih rendah. Cara yang kedua ini biasanya lebih mampu menekan harga produksi secara signifikan dibanding cara yang pertama. Yang tidak baik adalah ketika bahan baku yang sebetulnya sudah benar-benar tidak layak diproses justru malah digunakan untuk membuat produk secara terus menerus. Alasannya, konsumen kaos polos toh tidak mengerti bahwa kualitas yang digunakan adalah kualitas yang lebih rendah.
Praktik-praktik curang yang biasanya dilakukan oleh produsen kaos polos antara lain sebagai berikut. Kaos polos berbahan katun jenis B, dijual sebagai kaos polos berbahan katun jenis A. Praktik lainnya, menggunakan bahan kaos yang tidak lolos QC. Jadi kalau diperiksa secara teliti, sebetulnya ada cacat pada bahan kaos tersebut, bisa berupa bolong atau goresan panjang atau melingkar akibat proses perajutan yang tidak sempurna.
Kecurangan lainnya adalah pada saat tidak memberikan upah yang wajar kepada para pekerjanya. Tahukah Anda, bahwa isu ‘upah dibawah kewajaran’ adalah isu yang cukup sering berhembus pada industri manufaktur pakaian (garment manufacturing). Di beberapa pemanufaktur pakaian, upah pekerja masih jauh dari upah minimum yang diterapkan pemerintah. Alasannya karena jumlah pekerja yang tersedia cukup banyak. Upah yang tidak layak pada akhirnya akan membuat rendahnya perhatian para pekerja pada standar kualitas yang diinginkan. Pada akhirnya, kualitas produk jadi korbannya.
Namun demikian, tidak berarti kaos polos yang murah adalah kaos polos yang tidak berkualitas. Ada kelebihan saat kita berbelanja kaos polos secara online. Yaitu dapat dengan mudah membandingkan harga antara satu toko dengan toko kaos polos lainnya. Kalau harga sebuah kaos polos sudah jauh dari rata-rata harga kaos polos di pasaran, sebaiknya Anda berhati-hati. Karena mungkin saja, kualitas dikorbankan untuk bisa memenangkan pertarungan harga.
Selamat Berbelanja!
Kasopolos.com
Baca juga
Ramainya Bisnis Kaos Polos di Indonesia
Tips Mendesain Kaos
Kaos Polos Untuk Seragam Karyawan
Tren Kerah pada Kaos Polos Berkerah
Tren Kerah Pada Kaos Polos Oblong
